PLATFORM DIGITAL RESMI

MUI Digital Barito Kuala

Portal terpadu untuk mengakses fatwa, majalah digital, berita kegiatan, dan informasi keislaman terpercaya dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Kuala.

1+ Fatwa Tersedia
1+ Majalah Digital
35+ Pengurus Aktif
MUI Barito Kuala

Informasi Terverifikasi

Seluruh konten bersumber dari keputusan resmi MUI Barito Kuala yang dapat dipertanggungjawabkan.

Akses Dimana Saja

Tampilan responsif yang dapat diakses dengan nyaman melalui smartphone, tablet, atau desktop.

Update Berkala

Informasi terbaru tentang kegiatan, fatwa, dan publikasi MUI Barito Kuala selalu ter-update.

Visi & Misi

Arah dan Tujuan Kami

Landasan dan komitmen MUI Barito Kuala dalam melayani umat melalui pemanfaatan teknologi

Visi

Terciptanya kondisi kehidupan masyarakat Barito Kuala yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang baik, memperoleh ridlo dan ampunan Allah SWT (baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur) menuju masyarakat berkualitas (khaira ummah) demi terwujudnya kejayaan Islam dan kaum muslimin (izzul Islam wal-muslimin) dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai manifestasi dari rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin).

Misi

  1. 1. Menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan umat Islam di Kabupaten Barito Kuala secara efektif dengan menjadikan ulama sebagai panutan (qudwah hasanah), sehingga mampu mengarahkan dan membina umat Islam dalam menanamkan dan memupuk aqidah Islamiyah serta menjalankan syariah Islamiyah secara kaffah.
  2. 2. Melaksanakan dakwah Islam, amar ma'ruf nahi mungkar secara berkesinambungan dalam rangka mengembangkan akhlak karimah guna mewujudkan masyarakat Barito Kuala yang berkualitas (khaira ummah) dalam berbagai aspek kehidupan.
  3. 3. Mengembangkan ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan umat Islam di Barito Kuala dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sejarah

Sejarah Majelis Ulama Indonesia

Perjalanan berdirinya MUI sebagai wadah musyawarah ulama, zu'ama, dan cendekiawan muslim

1975
Berdiri

17 Rajab 1395 H / 26 Juli 1975 M

Majelis Ulama Indonesia didirikan di Jakarta sebagai hasil musyawarah para ulama dari seluruh Indonesia

Majelis Ulama Indonesia atau disingkat MUI berdiri pada 17 Rajab 1395 Hijriah atau 26 Juli 1975 Masehi di Jakarta, Indonesia, sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan dan zu'ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air, antara lain meliputi dua puluh enam orang ulama yang mewakili 26 Provinsi di Indonesia pada masa itu, 10 orang ulama yang merupakan unsur dari ormas-ormas Islam tingkat pusat, yaitu NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, Al Washliyah, Math'laul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI dan Al Ittihadiyah, 4 orang ulama dari Dinas Rohani Islam Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut dan POLRI serta 13 orang tokoh/cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan.

Dari musyawarah tersebut dihasilkan sebuah kesepakatan untuk membentuk wadah tempat bermusyawarahnya para ulama, zu'ama dan cendekiawan muslim, yang tertuang dalam sebuah "Piagam Berdirinya MUI", yang ditandatangani oleh seluruh peserta musyawarah yang kemudian disebut Musyawarah Nasional Ulama Ke I.

Momentum berdirinya MUI bertepatan ketika bangsa Indonesia tengah berada pada fase kebangkitan kembali setelah 30 tahun merdeka, di mana energi bangsa telah banyak terserap dalam perjuangan politik kelompok dan kurang peduli terhadap masalah kesejahteraan rohani umat. Para ulama di Indonesia menyadari dirinya sebagai ahli waris tugas-tugas para Nabi (waratsatul anbiya) pembawa risalah Ilahiyah dan pelanjut misi yang diemban Rasulullah Muhammad SAW.

Mereka terpanggil bersama-sama zu'ama dan cendekiawan muslim untuk memberikan kesaksian akan peran kesejarahan pada perjuangan kemerdekaan yang telah mereka berikan pada masa penjajahan, serta berperan aktif dalam membangun masyarakat dan menyukseskan pembangunan melalui berbagai potensi yang mereka miliki dalam wadah Majelis Ulama Indonesia. Ikhtiar-ikhtiar kebajikan yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia senantiasa ditujukan bagi kemajuan agama, bangsa dan negara baik pada masa lalu, kini, dan mendatang.

Kemajemukan dan keragaman umat Islam dalam berbagai alam pikiran keagamaan, organisasi sosial, dan kecenderungan aliran dan aspirasi politik selain dapat merupakan kekuatan, tetapi juga sering menjelma menjadi kelemahan dan sumber pertentangan di kalangan umat Islam sendiri. Sebagai akibatnya, umat Islam terjebak ke dalam egoisme kelompok (ananiyah hizbiyah) yang berlebihan dan kehilangan peluang untuk mengembangkan diri menjadi kelompok yang tidak hanya besar dalam jumlah tetapi juga unggul dalam kualitas.

Oleh karena itu, adanya kepemimpinan umat Islam yang bersifat kolektif merupakan kewajiban, seperti adanya suatu organisasi yang menjadi wadah silaturahmi merupakan suatu kebutuhan mendesak bagi persatuan, kesatuan, dan kebersamaan umat Islam.

Layanan Kami

Akses Informasi Keislaman

Berbagai layanan digital untuk memudahkan umat dalam mengakses fatwa dan publikasi resmi MUI Barito Kuala

Fatwa MUI

1 Fatwa
Pajak Berkeadilan
2/MUNASXI/MUI/2025 22 November 2025

Majalah Digital

1 Edisi
Mimbar Ulama Mujahid Digital
Edisi Khusus Desember 2021 17 Januari 2025
Berita & Artikel

Informasi Terkini

Ikuti perkembangan kegiatan, pengumuman, dan artikel terbaru dari MUI Barito Kuala

Struktur Organisasi

Pengurus MUI Barito Kuala

Susunan pengurus aktif Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Kuala

DEWAN PIMPINAN

KH. M. Abda’i Rathami, S.Ag

KH. M. Abda’i Rathami, S.Ag

Ketua Umum

Foto KH. Abdul Hadi, S.Ag., M.Ag

KH. Abdul Hadi, S.Ag., M.Ag

Wakil Ketua Umum

Foto KH. Nasruddin Salman, S.Ag

KH. Nasruddin Salman, S.Ag

Wakil Ketua Umum

Foto Drs. KH. Zahran

Drs. KH. Zahran

ketua

Foto Ust. Abdul Kadar, S.Pd

Ust. Abdul Kadar, S.Pd

Ketua

Foto KH. Asy’ari, S.Ag., M.Pd

KH. Asy’ari, S.Ag., M.Pd

Ketua

Foto KH. Hair, S.Ag., M.Pd

KH. Hair, S.Ag., M.Pd

Ketua

Foto Hj. Dewi Ariani, S.STP., M.A.P

Hj. Dewi Ariani, S.STP., M.A.P

Ketua